mulai dari nol…

terinspirasi dari salah satu iklan bertema lebaran, digambarkan seorang bapak bermobil sambil bertelpon pake hp. mampir di pom bensin. rupanya ada masalah dengan lawan bicara di telpon sampai si bapak marah2 dan bentak2. penjaga pom bensin tetap ramah menganjurkan untuk mematikan hp-nya bapak. ketus, tapi tetap dituruti. tetap ramah, petugas pom mengatakan “ini mulai dari nol ya pak..“… sesaat kemudian setelah selesai mengisi bensin terdengar adzan, petugas dengan ramah menawarkan, “mau sholat dulu pak..” .. dengan ketus dijawab “aah… nggak perlu..” trus tancap gas.

mungkin iklan aslinya sedikit berbeda, itu sebatas ingatan aja..

dunia nyata terkadang nggak mengenal yang namanya “mulai dari nol”..

saat luka dirasakan, walaupun maaf sudah diberikan, terkadang tetap menyisakan bekas yang butuh waktu panjang untuk hilang tak berbekas. bahkan, bisa jadi takkan pernah hilang tak berbekas. seperti judul lagu ” forgiven, not forgotten “. manusiawi memang, tapi bukan berarti tidak melupakan adalah sebentuk dendam. bukan dong… terkadang, dengan tidak melupakan, menjadi pengalaman untuk bersikap antisipatif agar tidak lagi terjatuh di lubang yang sama lagi.

yaah.. kondisi ini bisa dimaklumi sepanjang benar2 tidak ada dendam dan sudah dimaafkan (sekalipun belum dilupakan).

sebatas lamunan saja…

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *