manajemen waktu

tiba-tiba ingat aja. cerita tentang manajemen waktu. sayangnya bener2 bener2 lupa, baca dimana. ntar klo udah inget baru post ini di-edit lagi.

alkisah, ada seorang ahli (profesor atau apalah itu) di bidangnya yang ngasih “kuliah” tentang manajemen waktu. dibawanya serta sebuah ember kosong berukuran sedang dan 4 ember lain berukuran sama denga isi yang berbeda2.

diisinya ember kosong itu dengan batu2 besar kira2 seukuran kepalan tangan pria dewasa dan bertanyalah dia pada mahasiswanya, “apakah ember ini sudah penuh?” dengan yakin mereka menyahut “sudah pak…”. balas sang ahli “mari kita lihat” sambil menuangkan batu2 kecil seukuran telur puyuh ke dalam ember tersebut kemudian berkata “ternyata belum kan?” .. kemudian ia bertanya lagi “apakah sekarang sudah penuh” kali ini mahasiswanya lebih yakin menjawab “sudah pak” karena sepertinya ember itu sudah sesak. kembali sang ahli membuat kejutan dengan menuangkan pasir kedalam ember, mengisi celah2 diantara batu2 di dalam ember, sampai penuh ke permukaan ember. “untuk terakhir kalinya, apakah sudah penuh?” tanya sang ahli. “yakin, kali ini sudah penuh pak!!!” sahut para mahasiswa. namun mereka harus kembali terpana setelah sang ahli mengisi ember tersebut dengan air sampai benar2 benar2 penuh.

“pelajaran apa yang bisa kita ambil dari kasus ini?”, pertanyaan sang ahli mengantar diskusi mahasiswanya. mereka menyimpulkan bahwa berkaitan dengan manajemen waktu, dalam melakukan pekerjaan2 (besar), baik bila mampu untuk mengisi kekosongan2 waktu yang ada dengan melakukan hal2 lain yang (bisa jadi) lebih ringan. dengan demikian (mungkin) tidak ada waktu yang terbuang percuma.

para mahasiswa tidak menyangka bahwa sang ahli mengatakan bahwa hal itu tidak paling penting lagi. itu bukan hal yang baru dalam ilmu manajemen waktu. menurut dia, yang menentukan dalam contoh yang ia berikan adalah bahwa semua itu bisa terjadi karena ia menaruh batu2 besar terlebih dahulu kedalam ember, diikuti oleh batu yang lebih kecil, pasir dan kemudian air. jika urutan itu dirubah, atau bahkan dibalik, tentu hasilnya akan jauh berbeda.

jadi ???

Leave a Reply

Your email address will not be published.