me vs the world

“dunia” ini begitu luas & besar untuk dijelajahi hanya oleh satu orang manusia. tidak ada satu orang pun yang hidup di muka dunia ini yang betul² memahami isi dunia. itu, untuk dunia dalam arti sebenarnya.

kita sendiri tidak mungkin berinteraksi dengan dunia secara keseluruhan. setiap orang punya “dunia”-nya sendiri². setiap orang punya lingkungannya sendiri, yang terhubung secara langsung maupun tidak langsung dengan dirinya. dunia terkecil dari seseorang adalah setiap apa yang ia temui setiap hari. bisa orang², bisa lingkungan tertentu, bisa pekerjaan tertentu, apapun yang ditemui seseorang dalam kesehariannya.

dunia kita memiliki kepribadian dan jalan pikiran yang sangat mungkin tidak sama dengan setiap orang yang hidup didalamnya, termasuk kita sendiri. jalan pikiran dunia merupakan kombinasi, penggabungan dan peleburan dari setiap pikiran orang² di dalamnya. beberapa kali (mungkin juga sering) kita dihadapkan pada situasi dimana kita harus melawan dunia kita sendiri…

dunia, “mungkin” memakai kaca mata yang berbeda dengan kaca mata yang kita pakai. apa yang kita lihat, seringkali tidak dilihat oleh dunia kita, dan mungkin juga sebaliknya. dunia melihat hal yang berbeda dengan apa yang kita lihat, padahal, yang dilihat adalah sesuatu yang sama.

bagaimana rasanya saat kita harus melawan dunia ??
beratkah ??
sulitkah ??
membuat kita putus asa dan kemudian menyerah ??

mungkin (mungkin) dalam menghadapi hal seperti ini, kita bertukar saja kacamata kita dengan kacamata dunia. dengan demikian, dunia akan melihat apa yang telah kita lihat, dan sebaliknya. untuk itu, dunia dan diri kita sendiri harus mau menerima untuk memakai kaca mata yang berbeda dan mau menerima bahwa ternyata yang dilihat itu berbeda saat kita menggunakan kaca mata yang lain. dengan demikian kita dan dunia akan sama-sama memahami bahwa untuk sesuatu yang sama, bisa terlihat begitu berbeda oleh kita dan dunia. kita akan belajar menerima bahwa yang kita lihat tidak selamanya dilihat oleh dunia, sebaliknya juga demikian.

semakin sering kita memahami itu, kita akan semakin mudah menerima perbedaan “penglihatan” yang terjadi antara kita dan dunia. kita akan terlatih untuk menerima pandangan yang berbeda-beda. kita akan mampu bertoleransi dan bahkan belajar dari pandangan yang berbeda. bahkan, sangat mungkin kita akan mampu melihat hal lain yang dilihat oleh dunia, yang selama ini tidak terlihat oleh kita. sekalipun dunia tidak melihat apa yang kita lihat.

dalam menghadapi dunia, yang berbeda, kita 100% tidak bisa melawan.
namun, kita sangat bisa untuk memahami, mengerti dan menerima perbedaan yang ada.
akhirnya, perbedaan itu hanyalah perbedaan, yang ternyata tidak mengganggu hidup kita.

c e i l l e e . . . . .

Leave a Reply

Your email address will not be published.